Jumat, 27 November 2020

ANTIHISTAMIN (II) Turunan propilamin dan Turunan fenotiazin

Antihistamin adalah obat yang mengobati gejala alergi seperti bersin, mata berair, gatal-gatal, dan pilek. Antihistamin bersaing dengan histamin untuk reseptor histamin dengan bertindak sebagai antagonis histamin, dan dengan demikian, menghambat reaksi histamin. Lebih jauh, antihistamin bekerja dengan mengurangi aktivitas reseptor histamin pada saraf, otot polos pembuluh darah, sel kelenjar, sel endotelium, dan sel mast untuk mencegah tindakan histamin. Juga, antihistamin dapat berupa antihistamin H1, antihistamin H2, antihistamin H3 atau antihistamin H4. Klasifikasi ini memberi tahu kita apa yang reseptor histamin itu blok ?. Sebagai contoh, antihistamin H1 mencegah pengikatan histamin dengan reseptor H1.

Selain itu, obat antihistamin tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, cairan, obat tetes mata, suntikan, dan semprotan hidung. Obat-obatan ini dapat menyebabkan efek samping yang umum seperti mengantuk, mulut kering, pusing, sakit kepala, sakit perut, pandangan kabur, dll.



Histamin adalah bahan kimia yang ditemukan di beberapa sel-sel tubuh – menyebabkan banyak gejala alergi, seperti pilek atau bersin. Obat-obatan yang dikenal sebagai antihistamin dapat memblokir atau membatasi pelepasan histamin untuk mengurangi intensitas reaksi kekebalan.  Ketika seseorang alergi terhadap zat tertentu, seperti makanan atau debu, sistem kekebalan tubuh secara keliru percaya bahwa zat biasanya tidak berbahaya ini sebenarnya berbahaya bagi tubuh.

MEKANISME KERJA HISTAMIN
  • Menimbulkan efek ketika berinteraksi dengan reseptor histaminergik, yaitu reseptor H1, H2, dan H3.
  • Histamin berinteraksi dengan H1 menyebabkan sembab, pruritik, dermatis, dan urtikaria.
  • Histamin berinteraksi dengan H2 menyebabkan peningkatan sekresi asam lambung yang menyebabkan tukak lambung.
  • Reseptor H3 yang terletak pada ujung syaraf jaringan otak dan jaringan perifer mengontrol sintesis dan pelepasan histamin, mediator alergi, dan peradang.
Histamin dan antihistamin adalah dua senyawa penting yang memediasi banyak fungsi dalam tubuh kita. Antihistamin melakukan fungsi yang berlawanan dengan histamin. Ketika histamin menciptakan reaksi alergi, antihistamin mengurangi reaksi alergi. Ini adalah perbedaan utama antara histamin dan antihistamin. Perbedaan lain antara histamin dan antihistamin adalah bahwa histamin bertanggung jawab untuk terjaga sementara antihistamin bertanggung jawab untuk mengantuk. Histamin juga bertanggung jawab untuk sekresi asam lambung, kontraksi otot polos, iritasi, dll. Kedua histamin dan antihistamin bersaing untuk jenis reseptor yang sama. Ini adalah mekanisme yang digunakan antihistamin untuk memblokir aksi histamin.

Turunan Propilamin
propilamin, juga dikenal sebagai n-propilamin, adalah amina dengan rumus kimia CH₃ (CH₂) ₂NH₂. Ini adalah cairan yang mudah menguap yang tidak berwarna. Propylamine adalah basa lemah. Kb-nya adalah 4,7 × 10⁻⁴.


Obat-obat dari kelompok ini memiliki daya antihistamin kuat.
1.      >>> Feniramin : Avil (Hoechst)
Zat ini berdaya antihistamink baik dengan efek meredakan batuk yang cukup baik, maka digunakan pula dalam obat-obat batuk.
Dosis: oral 3 x sehari 12,5-25mg (maleat) pada mala hari atau 1 x 50mg tablet retard; i.v. 1-2 x sehari 50mg; krem 1,25%.
2.      >>> Klorfenamin (Klorfeniramin. Dl-, Methyrit, SKF)
Adalah derivate klor dengan daya 10 kali lebih kuat, sedangkan derajat toksisitasnya praktis tidak berubah. Efek-efek sampingnya antara lain sifat sedatifnya ringan. Juga digunakan dalam obat batuk. Bentuk-dextronya adalah isomer aktif, maka dua kali lebih kuat daripada bentuk dl (rasemis)nya: dexklorfeniramin (Polaramin, Schering).
Dosis: 3-4 x sehari 3-4mg (dl, maleat) atau 3-4 x sehari 2mg (bentuk-d).
3.      >>> Bromfeniramin (komb.Ilvico, Merck)
Adalah derivate brom yang sama kuatnya dengan klorfenamin, padamana isomer-dextro juga aktif dan isomer-levo tidak. Juga digunakan sebagai obat batuk.
Dosis: 3-4 x sehari 3mg (maleat).
4.      >>> Tripolidin : Pro-Actidil
Derivat dengan rantai sisi pirolidin ini berdaya agak kuat, mulai kerjanya pesat dan bertahan lama, sampai 24 jam (sebagai tablet retard).
Dosis: oral 1 x sehari 10mg (klorida) pada malam hari berhubung efek sedatifnya

 TURUNAN FENOTIAZIN
Phenothiazine, disingkat PTZ, adalah senyawa organik yang memiliki rumus S (C₆H₄) ₂NH dan terkait dengan senyawa heterosiklik kelas thiazine. Turunan fenotiazin sangat bioaktif dan memiliki penggunaan luas dan sejarah yang kaya.

 

Selain mempunyai efek antihistamin, golongan ini juga mempunyai aktivitas tranquilizer, serta dapat mengadakan potensiasi dengan obat analgesik dan sedatif. 
Turunan fenotiazin merupakan struktur kimia karakteristik yaitu sistem trisiklik tidak planar yang bersifat lipofil dan rantai samping alkilamini yang terikat ada atom N tersier pusat cincin yang bersifat  hidrofil
>>> MEKANISME
Semua obat anti psikotis merupakan obat-obat potensial dalam memblokade reseptor dompamin dan juga memblokade reseptor kolinergik,adrenergik dan histamin.Pada obat generasi pertama FENOTIAZIN umumya tidak terlalu selektif.
Rantai samping tersebut bervariasi dan kebanyakan merupakan salahsatu stuktur sebagai berikut: propildialkilamino,alkilpiperidin atau alkilpiperazin.
Turunan fenotiazin digunakan untuk pengobatan gangguam mental dan  emosi yang cukupan sampai berat .
Contoh turunan fenotiazin yang terutama digunakan  sebagai antipsikotis adalah  promazin,kloropromazin, dan lainnya.
Pemasukan gugus halogen atau CF3, pada posisi 2 dan perpanjangan atom c rantai samping akan meningkatkan aktivitas tranquilizerdan menurunkan akyifitas antihistamin.
Selain mempunyai efek antihistamin, golongan ini juga mempunyai aktivitas tranquilizer, serta dapat mengadakan potensiasi dengan obat analgesik dan sedatif. 
Karena salah satu contohnya adalah Prometazin, berikut adalah penjelasannya :

>>> Farmakodinamik 
  •  Sebagai obat penenang. 
  • Untuk pra operasi obat penenang dan untuk mengatasi pasca narkotikamual. 
  • Sebagai antialergi obat untuk memerangi hay fever (alergi rhinitis),untuk mengobati reaksi alergi dapat diberikan sendiri atau dalamkombinasi dengan oral dekongestan seperti pseudoefedrin. 
  • Sebagai tambahan pengobatan untuk anaphylactoid kondisi (IM/IV ruteyang disukai). 
  • Bersama dengan kodein atau dekstrometorfan terhadap batuk. 
  • Sebagai mabuk atau mabuk laut ketika digunakan dengan obat efedrinatau pseudoefedrin. 
 
>>> Farmakokinetik 
a. Mekanisme
       Derivat Fenotiazin dengan efek antidopaminergik: blocker reseptordopamin mesolimbik dan reseptor alfa-adrenergik di otakEfek antihistamin adalah blocker reseptor H1 
 
b. Absorpsi 
      Bioavailabilitas: 25% (PO/PR)Onset (efek antihistamin): 3-5 menit (IV), 20 menit (IM/PO/PR) Puncak waktu serum: 6,7-8,6 jam (supositoria); 4,4 jam (sirup)Durasi: PO (motion sickness) 4-6 jam, iv (mual muntah) 4-6 jam,sampai 12 jam 
 
c. Distribusi 
        Protein terikat: 93% 
        Vd: 98 L/kg (sirup), 17-227 L/kg   (kisaran) 
 
d. Metabolisme 
        Dimetabolisme oleh P450 hati enzim CYP2D6Waktu paruh: 10 jam (im), 9-16 jam (iv), 16-19 jam (sirup)Ekskresi: urin (utama), feses (minor) 
 
e. Waktu paruh
      Setelah pemberian oral atau parenteral, AH1 diabsorpsi secara baik. Efeknya timbul 15-30 menit setelah pemberian oral dan maksimal setelah 1-2 jam. Lama kerja AH1 setelah pemberian dosis tunggal kira-kira 4-6 jam 
 
f. Bioavailabilitas
    Kadar tertinggi terdapat pada paru-paru sedangkan pada limpa,ginjal, otak, otot dan kulit kadarnya lebih rendah. Tempat utama biotransformasi AH1 adalah hati, tetapi dapat juga pada paru-paru dan
ginjal. AH1 dieksresi melalui urin setelah 24 jam, terutama dalam bentuk metabolitnya.
 

Pertanyaan  :
1. Bagaimana mekanisme obat turunan fenotiazin selain yang dijelaskan diatas?
2. Antipsikotik fenotiazin diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yang berbeda sehubungan dengan subtituen pada nitrogen. sebutkan ketiganya beserta Otonomnya dan sebutkan pula contoh obatnya ! 
3. Dari turunan propilamin tersebut jelaskan keunikan farmakodinamiknya !!



Daftar Pustaka
Pohan, Saut. 2007. Mekanisme Antihistamin Pad Pengobatan Penyakit Alergi Blokade Reseptor Penghambat Aktivitas Reseptor. Hal 114-115. Surabaya.
Staf Pengajar Farmakologi Universitas Sriwijaya. 2008. Kumpulan Kuliah Farmakologi Edisi Kedua. EGC : Jakarta.

10 komentar:

  1. Hai, blognya sangat menarik! Kalo boleh saya bantu jawab pertanyaan nomor 2.
    Fenotiazin dapat dikelompokkan menjadi tiga berdasarkan jenis rantai samping yang melekat pada atom N (nitrogen)pada cincin Fenotiazin yaitu:
    1. Rantai samping Propilamin, Fenotiazin dengan rantai samping Propilamin akan mempunyai potensi yang relatif rendah. Contohnya Klorpromazin yang memiliki sifat sangat sedatif, biasanya digunakan untuk pasien yang memberontak.
    2. Rantai samping piperidin Fenotiazin dengan rantai samping piperidin akan memiliki aktivitas kolinergik yang jelas serta tidak menimbulkan efek kantuk. Contoh obatnya ialah Tioridazin
    3. Rantai samping piperazin, Fenotiazin dengan rantai samping piperazin memiliki aktivitas sedatif dan antikolinergik yang kurang dibandingkan Klorpromazin. Tetapi obat kelompok ini dapat menyebabkan Gangguan pergerakan pada usia lanjut. Contoh obatnya ialah flufenazin, perfenazin, dan trifluoperazin.
    Semoga membantu ! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. :) terimakasih jawabannya sangat membantu, semoga artikelnya membantu juga yaa

      Hapus
  2. Terimakasih ilmunya sangat bermanfaat, izin menjawab pertanyaan no 3. Turunan propilamin contohnya triprolidine memiliki keunikan farmakodinamiknya yaitu Triprolidine adalah suatu antihistamin dengan sifat khas yaitu kemampuan menghambat efek histamin pada pembuluh darah,bronkus dan bermacam-macam otot polos

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaahhh.. terimakasih jawabannya saudari desi. semoga artikelnya sama bermanfaatnya yaa.

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Hai Pupe, terima kasih atas artikelnya.
    Saya bantu menjawab persoalan nomor 1, mekanisme kerja dari antihistamin turunan fenotiazin hampir seutuhnya disebutkan di atas dengan berikatan pada reseptor histamin. Sedangkan mekanisme efek lain yang ditimbulkan oleh antihistamin seperti antipsikosis yaitu memblock reseptor dopamin mesolimbik dan memblock reseptor alfa- adrenergik (D1 dan D2) di dalam SSP.

    BalasHapus
  5. Terimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat 🙏🏻

    BalasHapus
  6. Materinya benar benar sangat membanti👍

    BalasHapus

Reumatoid Artritis

DEFINISI Kata arthritis berasal dari bahasa Yunani, “arthon” yang berarti sendi, dan “itis” yang berarti peradangan. Secara harfiah, arthrit...